Langsung ke konten utama

Kopi, Meredakan atau Memperparah Stres?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

dampak-minum-kopi-doktersehat
Photo Source: Flickr/Susanne Nilsson

DokterSehat.Com– Banyak orang yang sengaja menikmati kopi saat sedang terkena stres, pikiran yang penat, atau tidak bisa menemukan ide atau semangat untuk melakukan pekerjaan. Hanya saja, ada yang menyebut konsumsi kopi justru bisa memicu datangnya stres. Lantas, apakah tidak apa-apa jika kita menikmatinya saat sedang mengalami kondisi psikis ini?

Dampak minum kopi saat stres

Memang, mengonsumsi kopi bisa membuat kita menghilangkan rasa kantuk dan menjadi lebih berkonsentrasi. Sebagian orang bahkan mengaku kembali mendapatkan ide-ide segar setelah menikmati rasa dan aroma kopi yang khas. Sayangnya, pakar kesehatan ternyata sangat tidak merekomendasikan kita untuk meminumnya saat sedang merasa stres.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan kopi yang bisa merangsang tubuh untuk memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang lebih banyak. Hormon ini adalah hormon stres. Memang, hormon ini juga ikut berperan dalam pengolahan gula darah agar bisa digunakan menjadi energi sehingga kita seperti mendapatkan semangat atau energi baru, namun keberadaan hormon ini bisa membuat kondisi stres yang kita alami justru menjadi semakin parah.

Pakar kesehatan Christopher Ochner dari Icahn School of Medicine, Mount Sinai, menyebut efek menyegarkan dan memberikan semangat dari kopi ternyata hanya akan berlangsung sementara. Setelahnya, kita akan mendapatkan efek samping seperti kecemasan, kegelisahan, hingga jantung berdebar-debar jika dikonsumsi berlebihan atau diminum saat sedang mengalami stres.

Bahkan, jika kita mengonsumsinya di sore atau malam hari, bisa jadi akan memicu susah tidur. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika susah tidur berimbas buruk bagi kesehatan mental. Kita pun akan lebih rentan terkena stres, rasa lelah berlebihan, dan tidak tenang.

Sebaiknya tidak minum kopi saat sedang stres?

Meski bisa memperburuk stres yang sedang dialami, pakar kesehatan menyebut konsumsi kopi masih boleh dilakukan meskipun tentu saja harus ada batasannya. Sebagai contoh, kita diminta untuk membatasi konsumsi kopi agar tidak melebihi empat cangkir dalam sehari, namun jika kita sudah mengalami gejala sakit kepala, sebaiknya konsumsinya diturunkan hingga satu atau dua cangkir saja.

Pastikan untuk tidak mengonsumsinya setelah pukul 14.00 siang karena dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko terkena insomnia. Selain itu, demi mengatasi stres, kita juga sebaiknya memastikan waktu istirahat dengan cukup setiap malam, melakukan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan, dan menikmati alam hijau.

Hanya saja, jika kita memang sudah mengalami peningkatan tekanan darah, sebaiknya menghindari kopi terlebih dahulu mengingat kemampuan kafein dalam meningkatkan risiko terkena hipertensi.

Jangan minum kopi di waktu ini

Selain saat stres, kita juga sebaiknya tidak sembarangan dalam mengonsumsi kopi di waktu 08.00 hingga 09.00 pagi. Banyak orang yang sengaja meminumnya di waktu ini demi menghilangkan rasa kantuk dan menambah semangat, namun hal ini justru kurang baik bagi kesehatan organ kardiovaskular kita.

Steven Miller dari University of Health Sciences menyebut kebiasaan minum kopi di jam-jam ini bahkan bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Hal ini disebabkan oleh kadar hormon kortisol di dalam tubuh pada jam-jam ini yang sebenarnya sedang sangat tinggi demi memastikan tubuh tidak lagi mengantuk secara alami. Jika kita minum kopi, maka kadar hormon ini bisa semakin tinggi dan akhirnya meningkatkan tekanan darah dengan drastis.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita lebih cermat dalam mengonsumsi kopi. Pastikan untuk memperhatikan waktu saat mengonsumsinya, tidak berlebihan meminumnya, dan tidak menambahkan gula pada kopi.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...