Langsung ke konten utama

Benarkah Tidak Makan Nasi Bisa Bikin Lebih Sehat?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Nasi-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/stu_spivack

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar berita atau informasi yang menyebut orang-orang yang memutuskan untuk berhenti makan nasi mengaku merasakan badannya menjadi lebih sehat. Sebenarnya, apakah memang tak lagi makan nasi bisa memberikan manfaat kesehatan?

Dampak tidak lagi makan nasi

Biasanya, tujuan awal dari berhenti makan nasi adalah demi menurunkan berat badan. Banyak orang yang menganggap nasi sebagai makanan dengan kandungan kalori yang tinggi sehingga jika tetap dikonsumsi dalam jumlah yang banyak setiap hari bisa meningkatkan berat badan.

Sebenarnya, anggapan ini bisa dianggap benar namun juga bisa dianggap kurang tepat. Di dalam nasi terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yang bisa dijadikan sumber energi tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sayangnya, banyak orang yang mengonsumsi nasi dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan atau cenderung kurang gerak sehingga tidak menggunakan energi dengan maksimal. Hal inilah yang kemudian membuat penumpukan lemak yang berujung pada kenaikan berat badan.

Mengingat fungsi utama dari nasi adalah pemberi rasa kenyang dan menyediakan energi, sebenarnya kita juga bisa mengganti nasi dengan bahan makanan lain yang bisa memberikan manfaat yang sama seperti kentang, jagung, ubi, roti, dan lain-lain. Hal ini berarti, berhenti makan nasi dan menggantinya dengan sumber karbohidrat lainnya tidak masalah untuk dilakukan.

Menurunkan asupan nasi juga bisa dijadikan pilihan

Meskipun nasi penting bagi tubuh kita, banyak orang yang terlanjur menganggapnya sebagai makanan yang kurang sehat sehingga benar-benar berhenti mengonsumsinya. Sayangnya, mereka tidak menggantinya dengan sumber karbohidrat lainnya.

Jika sampai kita tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat apapun, maka tubuh tentu tidak akan mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, hal ini juga akan membuat perut menjadi mudah lapar. Hal ini justru akan membuat kita lebih tertarik untuk mengonsumsi camilan tidak sehat. Bukannya akan membantu menurunkan berat badan, hal ini tentu akan membuat berat badan naik.

Dampak jika tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat

Jika kita kekurangan asupan karbohidrat, maka tubuh akan merasa lemas dan berusaha untuk mencari cadangan energi dari lemak tubuh. Sayangnya, hal ini akan memicu proses yang disebut sebagai ketosis, menumpuknya keton di dalam darah.

Efek dari kondisi ini bisa berupa sakit kepala, tubuh yang sangat lemas, bau mulut, gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, hingga meningkatkan risiko terkena berbagai macam penyakit kronis.

Seberapa banyak asupan karbohidrat yang sebaiknya kita cukupi?

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan berkarbohidrat setidaknya 300 hingga 400 gram setiap hari. Hanya saja, jika kita memang ingin menurunkan berat badan, sebaiknya mulai menurunkan asupannya hingga sekitar 150 atau 200 gram.

Demi mencegah datangnya rasa lapar akibat menurunnya asupan karbohidrat harian, sebaiknya kita memperbanyak konsumsi sayuran yang tinggi serat atau makanan berprotein seperti daging ikan.

Meskipun begitu, jika kita termasuk dalam orang yang memiliki aktivitas yang berat dan membutuhkan banyak energi, sebaiknya tidak sembarangan menurunkan asupan makanan berkarbohidrat. Jika perlu, berkonsultasilah ke dokter demi mendapatkan saran tentang pola makan yang tepat dan sehat.

Melihat fakta ini, berhenti makan nasi dan menggantikannya dengan sumber karbohidrat lainnya sebenarnya tidak apa-apa untuk dilakukan. Bahkan, jika kita menggantinya dengan sumber karbohidrat yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dari nasi, tentu akan jauh lebih sehat. Hanya saja, jangan sembarangan menurunkan atau benar-benar berhenti mengonsumsi makanan berkarbohidrat demi memastikan tubuh tetap sehat dan berenergi.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...