Langsung ke konten utama

Terungkap! Ternyata Sakit Kepala Bukan Tanda Awal Hipertensi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cara-menghilangkan-sakit-kepala-doktersehat
Image by Robin Higgins from Pixabay

DokterSehat.Com– Banyak orang yang menduga jika sakit kepala yang mereka idap adalah tanda dari masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bahkan, ada orang yang langsung mengonsumsi mentimun atau minum obat penurun tekanan darah demi mengatasi hal ini. Padahal, menurut pakar kesehatan, sakit kepala belum tentu menandakan bahwa tekanan darah sedang tinggi.

Kaitan antara sakit kepala dengan hipertensi

Memang, beberapa kasus menunjukkan bahwa sakit kepala terkait dengan hipertensi, namun pakar kesehatan menyebut sekitar 70% dari total kasus sakit kepala disebabkan oleh hal-hal yang tidak diketahui dan tidak selalu terkait dengan tekanan darah tubuh.

Faktanya, hanya 5 persen pengidap hipertensi yang mengeluhkan sakit kepala. Hal ini berarti, kita tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa sakit kepala yang dialami sebagai tanda dari tekanan darah tinggi.

Hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas

Pakar kesehatan menyebut hipertensi sebagai masalah kesehatan yang tergolong sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam. Hal ini berarti, masalah kesehatan ini cenderung tidak menunjukkan gejala yang jelas hingga akhirnya memicu komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, atau masalah kesehatan lainnya. Karena alasan inilah kita diminta untuk rutin memeriksa tekanan darah demi mencegahnya.

Jika sampai tekanan darah naik dengan signifikan dan kita tidak mengubah gaya hidup untuk mengatasinya, maka risiko untuk terkena berbagai masalah kesehatan akan meningkat. Bahkan, bisa jadi hal ini bisa menyebabkan kematian mendadak.

Sekitar 90 persen penderita hipertensi diketahui tidak mengalami gejala apapun. Bahkan, kebanyakan kasus kesehatan ini ditemukan secara tidak sengaja saat melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan lainnya. Masalahnya adalah hal ini membuat banyak orang baru menyadarinya saat tekanan darah sudah dalam level berbahaya.

Pakar kesehatan menyarankan orang-orang dengan kondisi sehat di usia lebih dari 18 tahun untuk memeriksakan tekanan darahnya tiga hingga lima tahun sekali. Sementara itu, orang-orang dengan usia lebih dari 40 tahun setidaknya melakukan pemeriksaan tekanan darah satu tahun sekali demi membantu mencegah datangnya hipertensi.

Gejala hipertensi yang harus diwaspadai

Hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga membuat pengidapnya tidak benar-benar menyadarinya. Hanya saja, sebagian orang ada yang bisa mengalami perubahan pada kondisi tubuhnya saat tekanan darah meningkat hingga lebih dari 120/80 mmHg.

Berikut adalah beberapa gejala hipertensi yang umum dialami:

  • Mengalami sakit kepala yang intens
  • Gangguan penglihatan menjadi lebih buram
  • Mengalami sensasi nyeri pada dada
  • Mengalami sesak napas
  • Perubahan denyut jantung menjadi tidak teratur. Bahkan bisa jadi hal ini akan menyebabkan sensasi berdenyut pada dada, leher, dan telinga

Jika kita sudah mengalami beberapa gejala di atas, tak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi memastikan penyebab pastinya dan segera mengatasinya.

Tips Menurunkan Tekanan Darah

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan tekanan darah. Sebagai contoh, kita harus mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah dan menurunkan asupan makanan berlemak seperti daging-dagingan atau gorengan.

Jika perlu, kita juga sebaiknya menurunkan asupan garam dan minuman berkafein mengingat kedua kandungan ini bisa meningkatkan tekanan darah dengan signifikan. Kita juga harus berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol karena gaya hidup ini juga sangat buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tekanan darah juga bisa diturunkan dengan rutin berolahraga atau lebih aktif bergerak. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi darah yang akan menjadi jauh lebih lancar.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...