Langsung ke konten utama

Kecanduan Olahraga: Ciri-Ciri dan Bahaya bagi Kesehatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

kecanduan-olahraga-doktersehat

DokterSehat.Com – Setiap orang melakukan aktivitas olahraga dengan tujuannya masing-masing. Ada yang sekedar ingin menjaga kebugaran tubuh, menurunkan berat badan, hingga mengatasi penyakit yang sedang diderita. Namun tanpa disadari, kegiatan olahraga ini lama-kelamaan menyebabkan pelakunya mengalami kecanduan olahraga. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa ciri-ciri kecanduan olahraga? Apa bahaya kecanduan olahraga?

Kecanduan Olahraga: Sebuah Ironi

Olahraga adalah aktivitas yang menyehatkan. Melakukan olahraga sangat dianjurkan jika Anda ingin memiliki tubuh yang sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, olahraga juga menjadi rutinitas sekiranya wajib dilakukan oleh para pelaku diet guna mendapatkan bentuk tubuh yang sesuai dengan keinginan.

Kendati demikian, entah karena alasan apa, ada kondisi di mana Anda memiliki frekuensi berolahraga yang sangat banyak, bahkan jauh melebihi durasi olahraga yang seharusnya. Jika sudah begini, maka Anda bisa dikatakan kecanduan olahraga. Ironisnya, olahraga yang seharusnya menyehatkan justru menjadi ‘bumerang’ yang bisa mengancam kesehatan mental dan fisik jika dilakukan secara berlebihan.

Bahaya Kecanduan Olahraga

“Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik”, begitulah kira-kira istilah yang sering kita dengar. Hal ini juga berlaku untuk aktivitas olahraga yang terlalu banyak alias kecanduan olahraga. Faktanya, olahraga memicu tubuh untuk melepaskan senyawa endorfin, sehingga hal ini menimbulkan efek ‘ketagihan’ sama seperti yang terjadi pada pecandu narkoba, atau seks.

Atas, dasar itu, kecanduan olahraga bisa membuat Anda merasakan ketergantungan, yang mana hal ini tentu saja dapat menggganggu kehidupan. Berikut ini adalah contoh bahaya kecanduan olahraga yang penting untuk Anda ketahui.

1. Tubuh Mengalami Kelelahan Hebat

Anda tentu akan merasa kelelahan sehabis berolahraga, bukan? Olahraga memang kegiatan yang menguras energi. Nah, bisa Anda bayangkan bagaimana dengan olahraga yang dilakukan secara rutin.

Walaupun makanan, suplemen, dan istirahat bisa mengembalikan energi yang hilang akibat berolahraga, hal ini tidak akan berdampak signifikan jika aktivitas olahraga yang dilakukan sudah kelewat batas. Justru, lama-kelamaan stamina tubuh Anda akan mengalami penurunan dan berujung pada kondisi kelelahan yang sangat hebat.

2. Berat Badan Menurun Drastis

Salah satu tujuan olahraga adalah untuk menurunkan berat badan bagi mereka yang sedang dalam program diet. Efektivitas olahraga untuk menurunkan berat badan memang sudah tidak diragukan lagi, bahkan ahli medis sangat menganjurkan pelaku diet untuk berolahraga secara rutin selama diet berlangsung.

Akan tetapi, banyak dari pelaku diet yang terpancing untuk olahraga terus-menerus demi mempercepat penurunan berat badannya. Alhasil, ia pun menjadi kecanduan olahraga tanpa disadari. Berat badan mungkin turun, namun perlu diingat bahwa ada efek kecanduan olahraga yang ‘mengintai’, yakni berat badan yang turun drastis sehingga jauh dari kata proporsional.

Oleh sebab itu, berolahragalah sewajarnya. Nikmati prosesnya, niscaya Anda akan tetap mendapat hasil terbaik dari program diet yang dijalani.

3. Cedera

Olahraga juga merupakan aktivitas yang rawan akan cedera. Apabila Anda kecanduan olahraga, terlebih lagi olahraga yang dilakukan tergolong berat, maka risiko cedera sudah pasti akan semakin besar. Bukan tidak mungkin juga cedera yang dialami tersebut akan terjadi berulang-ulang, dari yang sifatnya cedera ringan hingga cedera serius.

Bahaya kecanduan olahraga ini tentu saja akan mengganggu aktivitas Anda, bukan? Belum lagi, biaya pengobatan yang harus dikeluarkan guna mengatasi cedera yang parah.

4. Malanutrisi

Berolahraga membutuhkan ‘bahan bakar’ berupa vitamin dan nutrisi penting lainnya. Selain sebagai sumber energi, nutrisi dan vitamin diperlukan guna menjaga keseimbangan tubuh pasca olahraga.

Efek kecanduan olahraga pada akhirnya hanya akan membuat nutrisi dan vitamin di dalam tubuh ‘terkuras’, walaupun Anda sudah berusaha untuk tetap memasok keduanya setelah selesai berolahraga. Sebelum keduanya melakukan tugasnya untuk mengembalikan energi, Anda sudah ‘menggunakannya’ kembali untuk olahraga selanjutnya.

Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara asupan nutrisi dan vitamin dengan aktivitas fisik berlebih yang Anda lakukan. Alih-alih sehat, yang terjadi justru tubuh kekurangan vitamin dan nutrisi.

5. Siklus Haid Terganggu

Bahaya kecanduan olahraga yang satu ini telah memakan korban. Adalah Katherine Schreiber, seorang wanita asal New York, Amerika Serikat, yang juga penulis buku “The Truth About Exercise Addiction: Understanding the Dark Side of Thinspiration”.

Pada awalnya, Schreiber berolahraga dengan niatan untuk menurunkan berat badannya. Lambat laun, aktivitas olahraga yang ia lakukan semakin meningkat frekuensinya, bahkan bisa sampai tiga kali dalam sehari. Petaka pun muncul ketika wanita ini mendapati dirinya tidak mengalami menstruasi selama 2 tahun lamanya. Tak hanya itu, ia mengaku juga sempat mengalami kondisi saraf terjepit.

6. Mengganggu Interaksi Sosial

Sama seperti candu pada umumnya, efek kecanduan olahraga juga mencakup terganggunya interaksi sosial antara si pecandu dengan lingkungan sekitarnya.

Akibat terlalu senang berolahraga, pecandu olahraga jadi hanya fokus pada kegiatan olahraganya, alih-alih berinteraksi dengan keluarga atau teman-teman. Hal ini tentu saja akan membawa dampak negatif bagi kehidupannya. Manusia adalah makhluk sosial sehingga walau bagaimanapun tetap membutuhkan interaksi satu sama lain.

Ciri-Ciri Kecanduan Olahraga

Lantas, bagaimana seseorang bisas dikatakan sebagai pecandu olahraga? Secara garis besar, ciri-ciri kecanduan olahraga terdiri dari sejumlah faktor berikut ini:

  • Melakukan olahraga lebih dari 2 (dua) kali dalam sehari
  • Melakukan latihan olahraga melewati batas kemampuan
  • Merasa ‘bersalah’ apabila belum melakukan olahraga di hari itu
  • Lebih memilih berolahraga ketimbang bersosialisasi dengan keluarga, teman, atau kerabat
  • Tidak bisa tidak melakukan olahraga meskipun kondisi tubuh sedang tidak fit

Jika tanda-tanda di atas menggambarkan kondisi Anda sekarang ini, maka bisa dipastikan Anda mengalami kecanduan olahraga dan mungkin memerlukan bimbingan konseling guna menghilangkan candu ini.

Cara Menghilangkan Kecanduan OIahraga

Guna menghindari Anda dari efek kecanduan olahraga yang notabene sama sekali tidak baik, beberapa cara menghilangkan kecanduan olahraga berikut ini mungkin bisa dilakukan:

  • Ubah mindset, bahwa sejatinya olahraga itu adalah tentang kualitas, bukan kuantitas. Hal ini penting agar Anda bisa melakukan olahraga dalam batas kewajaran namun berkualitas
  • Gunakan waktu luang Anda untuk kegiatan bermanfaat lainnya, alih-alih mengalokasikannya untuk latihan tambahan
  • Berkonsultasi kepada orang yang berpengalaman di bidang olahraga mengenai olahraga yang baik dan efektif, atau bisa juga ke dokter spesialis kejiwaan
  • Jangan jadikan olahraga sebagai suatu kewajiban. Buatlah akitivitas olahraga menjadi hal yang menyenangkan sehingga tidak ada tekanan pada diri Anda saat berolahraga

Itu dia informasi mengenai kecanduan olahraga dan efeknya terhadap kesehatan fisik dan mental. Semoga bermanfaat!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...