Langsung ke konten utama

Disleksia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

penyakit-disleksia-doktersehat

DokterSehat.Com– Membesarkan anak yang mengalami disleksia adalah tantangan bagi orang tua. Ketika orang tua bisa melewatinya, Anda akan mendapatkan banyak pengetahuan tentang tantangan anak dalam kesulitan membaca — dan tentang banyak cara Anda dapat membantu anak berkembang di sekolah dan dalam kehidupan. Selengkapnya simak ulasan tentang apa itu disleksia hingga pengobatan disleksia di bawah ini.

Apa Itu Disleksia?

Disleksia adalah gangguan belajar yang dialami anak dalam hal membaca dan menulis. Anak dengan disleksia melihat tulisan seolah campur aduk, sehingga sulit dibaca dan sulit diingat. Pada penderita disleksia tidak terjadi gangguan untuk tingkat kepadaian.

Disleksia lebih sering ditemukan pada laki-laki daripada perempuan. Disleksia juga dapat ditemukan bersamaan dengan gangguan lainnya, yaitu gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktif (GPPH) atau dikenal juga dengan attention-deficit atau hyperactivity disorder (ADHD), gangguan berbahasa, gangguan mengucapkan kata dengar benar dan alergi terhadap makanan atau minuman tertentu.

Penyebab Disleksia

Disleksia yang muncul dalam perkembangan sel saraf, di mana tidak dapat ditemukan penyebab dari gangguan pada susunan saraf pusat. Penyebab pasti disleksia tipe ini belum dapat diketahui. Namun faktor genetik menjadi faktor risiko terjadinya disleksia.

1. Genetik

Orang tua dengan disleksia memiliki kemungkinan memilki anak laki-laki dengan disleksia sebesar 40%. Berdasarkan hasil penelitian, pada penderita gangguan disleksia ditemukan adanya kelainan pada otak sebelah kiri yang mengatur fungsi berbahasa.

2. Penyakit

Disleksia yang didapat karena penyakit lain, yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada susunan saraf pusat. Contoh penyakit yang mungkin timbul adalah stroke, trauma atau benturan hebat pada kepala.

3. Gangguan penglihatan

Disleksia yang didapat ini bisa disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem penglihatan, atau disebabkan oleh gangguan terhadap sistem lain sehingga pemahaman dan atau pelafalan terhadap kata-kata dapat terganggu.

4. Anatomi dan aktivitas otak

Penelitian pencitraan otak telah menunjukkan perbedaan otak antara orang dengan dan tanpa disleksia. Perbedaan ini terjadi di area otak yang terlibat dengan keterampilan membaca kunci. Keterampilan-keterampilan itu mengetahui bagaimana suara direpresentasikan dalam kata-kata, dan mengenali seperti apa kata-kata tertulis itu.

Gejala Disleksia

Disleksia berdampak pada orang-orang dalam tingkat yang berbeda-beda, sehingga gejalanya mungkin berbeda dari satu anak ke anak lainnya. Secara umum, tanda-tanda muncul sebagai masalah dengan akurasi dan kelancaran dalam membaca dan mengeja. Tetapi pada beberapa anak, disleksia juga dapat berdampak pada penulisan, matematika, dan bahasa.

Tanda kunci disleksia pada anak-anak adalah kesulitan memecahkan kata-kata. Ini adalah kemampuan untuk mencocokkan huruf dengan suara dan kemudian menggunakan keterampilan itu untuk membaca kata-kata secara akurat dan lancar.

Salah satu alasan anak-anak mengalami kesulitan memecahkan kode adalah karena mereka sering bergumul dengan keterampilan bahasa yang lebih mendasar yang disebut kesadaran fonemis. Ini adalah kemampuan untuk mengenali suara individu dalam kata-kata. Masalah dengan keterampilan ini dapat muncul sedini prasekolah.

Pada beberapa anak, disleksia tidak terjadi sampai nanti, ketika mereka mengalami masalah dengan keterampilan yang lebih kompleks. Ini mungkin termasuk tata bahasa, pemahaman membaca, kelancaran membaca, struktur kalimat, dan tulisan yang lebih mendalam.

Anak-anak dengan disleksia mungkin menghindari membaca, baik dengan keras maupun untuk diri mereka sendiri. Mereka bahkan mungkin merasa cemas atau frustrasi ketika membaca. Ini dapat terjadi bahkan setelah mereka menguasai dasar-dasar membaca.

Tanda-tanda penyakit disleksia dapat terlihat berbeda pada usia yang berbeda. Berikut adalah beberapa contoh tanda-tanda disleksia:

1. Prasekolah

  • Memiliki kesulitan mengenali apakah dua kata berima (pengulangan bunyi yang berselang)
  • Berjuang dengan menghilangkan suara awal dari sebuah kata
  • Berjuang dengan mempelajari kata-kata baru
  • Kesulitan mengenali huruf dan mencocokkannya dengan suara

2. Sekolah Dasar

  • Kesulitan menghilangkan suara tengah dari sebuah kata atau memadukan beberapa suara untuk membuat sebuah kata
  • Seringkali tidak mengenali kata-kata pandangan umum
  • Cepat lupa bagaimana mengeja kata setelah mempelajarinya
  • Kesuitan oleh masalah kata dalam matematika

3. Sekolah Menengah

  • Membuat banyak kesalahan pengejaan
  • Sering harus membaca ulang kalimat dan bagian
  • Membaca di tingkat akademis yang lebih rendah daripada ketika berbicara atau dalam percakapan

4. Sekolah Menengah Atas (SMA)

  • Sering melompati kata-kata kecil saat membaca dengan keras
  • Tidak bisa membaca sesuai yang diharapkan di tingkat kelas
  • Sangat memilih pertanyaan pilihan ganda daripada mengisi di kertas kosong atau jawaban singkat

Disleksia tidak hanya memengaruhi pembelajaran. Kondisi ini juga dapat memengaruhi keterampilan dan aktivitas sehari-hari. Ini termasuk interaksi sosial, ingatan, dan berurusan dengan stres.

Diagnosis Disleksia

Tidak ada tes tunggal yang dapat mendiagnosis penyakit disleksia. Sejumlah faktor dipertimbangkan, seperti:

1. Perkembangan, masalah pendidikan, dan riwayat kesehatan anak

Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan kepada Anda tentang bidang-bidang ini dan ingin tahu tentang segala kondisi yang terjadi dalam keluarga, termasuk apakah ada anggota keluarga yang memiliki ketidakmampuan belajar.

2. Kehidupan di rumah

Dokter mungkin meminta keterangan tentang keluarga dan kehidupan di rumah Anda, termasuk siapa yang tinggal di rumah dan apakah ada masalah di rumah.

3. Kuisioner

Dokter mungkin meminta anak Anda, anggota keluarga atau guru dengan menjawab pertanyaan tertulis. Anak Anda mungkin diminta mengikuti tes untuk mengidentifikasi kemampuan membaca dan bahasa.

4. Tes penglihatan, pendengaran dan otak (neurologis)

Cara ini dapat membantu menentukan apakah kelainan lain dapat menyebabkan atau menambah kemampuan membaca anak Anda yang buruk.

5. Pengujian psikologis

Dokter dapat mengajukan pertanyaan kepada Anda dan anak untuk lebih memahami kesehatan mental anak. Ini dapat membantu menentukan apakah masalah sosial, kecemasan atau depresi mungkin membatasi kemampuan anak.

6. Tes kemampuan membaca dan akademik lainnya

Anak dapat mengikuti serangkaian tes pendidikan dan menganalisis proses dan kualitas keterampilan membaca oleh pakar membaca.

Pengobatan Disleksia

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan yang dapat digunakan untuk mengobati dan menghilangkan gangguan disleksia. Penyakit disleksia akan diderita seumur hidup. Penderita disleksia perlu belajar untuk mengenali kelemahan dan kelebihan dirinya masing-masing dalam membaca dan menggunakannya untuk membantu mengatasi kesulitannya membaca.

Penderita disleksia memerlukan program dan teknik pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Selain itu, belajar bersama dalam kelompok dengan dikombinasikan dengan permainan yang menarik dapat membantu agar penderita mau belajar membaca dan kegiatan tersebut jadi terasa lebih menyenangkan.

Penderita tidak perlu berkecil hati, karena menderita penyakit disleksia bukan berarti bodoh ataupun tidak berguna. Beberapa orang terkenal juga diketahui menderita disleksia, yaitu Thomas Edison yang merupakan penemu lampu.

Selain itu, orang tua dari penderita juga perlu memahami apa yang dirasakan dan dialami oleh penderita. Hal lain yang juga dapat dilakukan adalah konseling oleh tenaga ahli pada orang tua, saudara, dan penderita.

Seluruh anggota keluarga akan duduk bersama untuk mengenal penyakit disleksia, membahas pertanyaan dan masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari dan mencari solusi yang dapat dilakukan. Yang sering terjadi adalah keluarga masih sulit untuk menerima, menolak, takut, dan marah ketika ada anggota keluarganya yang pertama kali didiagnosis menderita gangguan ini.

Dukungan keluarga terhadap penderita dapat memberikan efek positif pada anak dan meningkatkan kemampuan membaca penderita. Rasa frustrasi yang dirasakan oleh penderita sebaiknya dikenal sedini mungkin karena apabila terlambat dapat menimbulkan gangguan perilaku.

 

Sumber:

https://www.understood.org/en/learning-attention-issues/child-learning-disabilities/dyslexia/understanding-dyslexia diakses 13 Juni 2019

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dyslexia/diagnosis-treatment/drc-20353557 diakses 13 Juni 2019



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...