Langsung ke konten utama

Batasan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji yang Aman untuk Kesehatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

makanan-cepat-saji-junk-food-doktersehat
Photo Source: Flickr/avlxyz

DokterSehat.Com– Salah satu makanan yang sudah dikenal luas sebagai makanan yang paling tidak sehat di dunia adalah makanan cepat saji atau junk food. Masalahnya adalah meskipun sudah dikenal tidak sehat, banyak orang yang tetap mengonsumsinya. Biasanya, alasan untuk terus mengonsumsinya adalah karena rasanya yang enak dan mudah untuk didapatkan di mana saja.

Batasan maksimal mengonsumsi makanan cepat saji

Prof. Dr. Ir Ali Khomsan, MS yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebut makanan cepat saji masih memiliki kandungan nutrisi sehingga layak untuk dikonsumsi. Hanya saja, keseimbangan nutrisinya tidak seimbang sehingga tidak boleh dikonsumsi terlalu sering atau berlebihan.

Sebagai contoh, di dalam makanan cepat saji cenderung tinggi kandungan lemak jahat, gula, dan garam. Sayangnya, makanan ini cenderung rendah serat. Hal ini berarti, mengonsumsinya bisa membuat asupan nutrisi menjadi tidak seimbang.

Penelitian di Amerika Serikat menghasilkan fakta bahwa anak-anak yang terus mengonsumsi makanan cepat saji selama 30 hari berturut-turut mengalami penumpukan lemak tubuh yang lebih banyak serta peningkatan tekanan darah dan kadar gula darah. Masalahnya adalah hal ini bisa memicu datangnya hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.

Prof. Ali menyebut kebanyakan masyarakat Tanah Air mengonsumsi makanan cepat saji saat datang ke pusat perbelanjaan. Hanya saja, frekuensi untuk datang ke lokasi tersebut biasanya tidak begitu banyak, yakni beberapa kali saja dalam satu bulan. Meskipun begitu, bukan berarti kita bisa mengonsumsi makanan cepat saji kapan saja. Prof. ali menyarankan kita mengonsumsinya sekali saja sebulan demi mencegah datangnya masalah kesehatan.

Adakah batasan usia aman untuk mengonsumsi makanan cepat saji?

Selain batasan frekuensi mengonsumsinya, banyak orang yang berpikir tentang batasan usia untuk mengonsumsi makanan cepat saji. Ternyata, pakar kesehatan menyebut tidak ada batasan usia untuk mengonsumsinya.

Baik itu anak-anak, orang dewasa, atau lanjut usia masih bisa mengonsumsinya meskipun mereka juga harus benar-benar membatasi frekuensi memakannya. Bahkan, akan jauh lebih baik jika kita tidak mengonsumsinya sama sekali demi menjaga kesehatan tubuh.

Dampak mengonsumsi makanan cepat saji berlebihan

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali dampak kesehatan yang akan didapatkan jika kita mengonsumsi makanan cepat saji terlalu sering.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Merusak sistem memori

Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa rutin mengonsumsi makanan cepat saji hingga lima hari berturut-turut sudah cukup untuk menurunkan kondisi kesehatan liver dan fungsi otak. Di dalam otak juga akan terjadi perubahan keseimbangan kimiawi yang akhirnya memicu peradangan yang berimbas pada menurunnya daya ingat.

Bahkan, jika kita terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jahat seumur hidup, hal ini akan memicu gangguan hormon yang ada di dalam otak yang akhirnya berimbas pada munculnya demensia.

  1. Memicu depresi

Pakar kesehatan menyebut hobi mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak akan memicu gangguan kimiawi di otak yang akhirnya membuat kita tidak mampu mengendalikan stres. Selain itu, makanan cepat saji juga bisa menurunkan kadar tryptophan dan asam amino yang akhirnya berimbas pada meningkatnya risiko terkena depresi.

  1. Memicu gangguan pencernaan

Salah satu dampak yang paling terasa dari kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji adalah meningkatnya risiko terkena gangguan asam lambung atau GERD dan masalah sindrom iritasi usus. Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak jahat di dalam makanan cepat saji yang sangat tinggi dan bisa memicu dampak tersebut.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...