Langsung ke konten utama

7 Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Otot Terkikis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

kehilangan-otot-doktersehat

DokterSehat.Com – Selama ini kita selalu menganggap kalau bagian tubuh yang bisa terkikis perlahan-lahan adalah lemak. Kalau lemak yang ada di dalam tubuh terkikis perlahan-lahan, artinya tubuh akan menjadi lebih lean. Selain lemak, ternyata tubuh juga bisa mengalami pengikisan otot. Berbeda dengan lemak, pengikisan otot atau muscle wasting sangat berbahaya untuk tubuh.

Penyebab otot terkikis

Otot terkikis atau muscle wasting bisa terjadi pada siapa saja dan penyebabnya sangat banyak. Terkadang kita tidak sadar kalau otot yang kita miliki terkikis perlahan-lahan seiring dengan berjalanya waktu. Berikut penyebab dari muscle wasting.

  1. Amyotrophic lateral sclerosis

Amyotrophic lateral sclerosis atau sering disebut dengan ALS adalah gangguan saraf yang menyebabkan tubuh tidak bisa menggerakkan otot. Gangguan ini menyebabkan seseorang susah bergerak bahkan dengan kemauannya sendiri. Kalau otot tidak digunakan dalam jangka waktu lama biasanya akan mengecil dengan sendirinya.

Kondisi ALS yang cukup langka ini belum diketahui penyebabnya. Namun, begitu seseorang mengalami ALS, mereka akan mengalami penurunan kekuatan otot perlahan-lahan hingga tidak bisa digunakan sama sekali.

  1. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis atau MS adalah penyakit autoimun yang menyerang sel pada saraf. Akibat diserang oleh daya tahan tubuh, saraf menjadi rusak dengan sendirinya dan beberapa alat gerak jadi cenderung kaki. Kaki dan tangan jadi susah digerakkan sehingga otot mengalami penyusutan.

Kondisi MS ini bisa dialami oleh siapa saja. Namun, wanita cenderung mudah mengalami gangguan ini dan berdampak banyak pada kesehatannya. Tidak pada alat gerak seperti kaki dan tangan saja.

  1. Muscular dystrophy

Muscular dystrophy adalah penyakit atau kelainan genetik yang bisa menurun dari satu generasi ke generasi. Seseorang yang memiliki penyakit ini akan mudah sekali mengalami penurunan kekuatan otot. Penderita akan susah menggerakkan kaki dan tangannya. Selain itu, mereka juga susah mengangkat benda yang berat.

Selain penurunan kekuatan otot secara perlahan-lahan atau progresif, massa dari otot juga perlahan-lahan akan menipis. Seseorang dengan penyakit ini cenderung memiliki tubuh yang kecil dan jarang sekali memiliki otot.

  1. Spinal muscular atrophy

Penyakit ini menyebabkan saraf motorik menjadi lemah dan menyebabkan fungsi dari otot juga ikut anjlok dengan sendirinya. Penyakit juga cukup progresif dan menyebabkan tubuh seseorang jadi melemah dengan sendirinya.

Biasanya bagian tubuh yang paling terdampak adalah yang dekat dengan tulang belakang. Otot yang ada di area itu akan susah digerakkan dan kemungkinan mengalami penyusutan akan sangat besar.

  1. Bed rest yang lama

Beberapa orang disarankan untuk melakukan bed rest atau istirahat yang lama di atas tempat tidur. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyembuhan dan tubuh bisa kembali sehat seperti sedia kala. Meski bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, melakukan bed rest cukup lama bisa membuat otot di tubuh tidak bekerja dengan maksimal.

Mereka yang sudah sembuh dari penyakit biasanya akan sulit berjalan karena tubuh butuh menyesuaikan diri. Otot juga menjadi lebih kaku dan kemungkinan besar menyusut dengan sendirinya. Penyusutan ini biasanya hanya berjalan sementara dan tubuh akan membaik kalau tubuh mendapatkan suplai nutrisi yang banyak proteinnya.

  1. Malnutrisi

Seseorang yang mengalami malnutrisi akan sulit sekali mendapatkan nutrisi yang baik untuk tubuh. Padahal setiap hari tubuh membutuhkan lemak, protein, dan karbohidrat dalam jumlah banyak. Kalau kalori yang masuk ke dalam tubuh mengalami penurunan, kemungkinan besar otot juga akan terkikis.

Kalau Anda tidak mau mengalami penyusutan otot, penuhi kebutuhan nutrisi setiap harinya. Kalau ingin diet, lakukan dengan benar dan tidak terlalu banyak defisitnya. Defisit bisa dilakukan dengan menambah olahraga daripada menurunkan jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh.

  1. Penuaan

Dari beberapa penelitian yang dilakukan, didapatkan fakta kalau penuaan bisa menyebabkan tubuh kehilangan massa otot yang dimilikinya secara alami. Umumnya setelah berusia 50 tahun ke atas, otot akan berkurang sebanyak 1-2 persen setiap tahunnya. Artinya tubuh akan cenderung mengecil.

Selain itu dari penelitian lain menyebutkan kalau antara usia 20-60 tahun akan ada penurunan massa otot di kaki. Penurunan itu terjadi sebanyak 35-40 persen. Penurunan massa otot di tubuh bisa diminimalkan kalau Anda tetap berolahraga dan mendapatkan suplai protein yang cukup.

Cara menangani otot terkikis

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi otot yang terus terkikis dan habis. Kalau Anda mengalaminya, beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan.

  • Melakukan olahraga secara rutin. Anda bisa melakukan berbagai jenis latihan yang sesuai dengan kemampuan saat ini. Tidak harus yang terlalu malah membuat tubuh jadi cedera. Latihan dilakukan untuk membuat otot jadi lebih aktif untuk bekerja.
  • Memperbaiki nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Otot bisa diperbaiki kalau tubuh mendapatkan suplai makanan yang bergizi khususnya yang mengandung cukup banyak protein. Anda disarankan untuk makan lebih banyak dan kalau bisa mengalami surplus kalori. Barengi dengan olahraga agar jumlah ototnya yang bertambah, bukan lemaknya.
  • Melakukan fisioterapi sesuai dengan arahan dari dokter. Terapis akan memberikan latihan-latihan yang sesuai dengan kebutuhan agar otot bisa bekerja lagi dengan maksimal dan tidak kaku.

Otot terkikis bisa terjadi pada siapa saja khususnya mereka yang memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani diet yang cukup ekstrem. Nah, agar kita tidak kecolongan dan jumlah otot di dalam tubuh mengalami penurunan, pahami beberapa penyebab di atas dan cara penanganannya yang tepat. Terpenting dari semua, kalau melakukan diet, jangan defisit terlalu berlebihan agar otot tidak terkikis.

 



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...