Langsung ke konten utama

5 Tips Mengonsumsi Makanan Manis bagi Penderita Diabetes

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

biskuit_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/j-k-mitchell

DokterSehat.Com– Penderita diabetes harus menjaga pola makannya demi mencegah kenaikan kadar gula darah yang membahayakan. Hal ini membuat mereka biasanya memilih untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman manis. Padahal, terkadang mereka ingin sekadar mencicipi makanan manis. Apalagi jika sedang ada di acara-acara tertentu. Sebenarnya, apakah tidak ada cara yang bisa mereka lakukan agar tetap bisa mengonsumsi makanan manis?

Beberapa hal yang harus diperhatikan penderita diabetes jika ingin makan makanan manis

Tubuh penderita diabetes tidak lagi mampu mengendalikan kadar gula darah dengan normal. Hal ini berarti, jika mereka sembarangan mengonsumsi makanan dan minuman manis, dikhawatirkan akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Jika sampai hal ini terjadi, maka mereka pun akan lebih rentan mengalami komplikasi.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa penderita diabetes perhatikan jika ingin mengonsumsi makanan dan minuman manis.

  1. Batasi porsi dan frekuensinya

Sebenarnya, sebagian penderita diabetes masih bisa mengonsumsi makanan manis. Hanya saja, bukan berarti mereka masih bisa mengonsumsinya setiap hari. Sebagai contoh, mereka tidak bisa mengonsumsi kue kering atau cake setiap hari. Konsumsilah sesekali saja saat ada momen khusus seperti saat acara ulang tahun atau di akhir pekan.

Selain itu, penderita diabetes juga harus mengonsumsi makanan manis dengan porsi kecil. Sebagai contoh, jika ingin mengonsumsi cake, akan jauh lebih baik jika hanya memakan satu potong atau setengah potong saja.

Jika perlu mereka bisa berkonsultasi ke dokter jika ingin mengonsumsi makanan tertentu demi memastikan porsi yang tepat.

  1. Cek konsumsi makanan lainnya

Jika penderita diabetes ingin mengonsumsi makanan manis, mereka juga harus memperhatikan makanan-makanan lainnya. Sebagai contoh, jika sebelumnya mereka mengonsumsi makanan tinggi kalori seperti nasi dengan porsi besar, maka mengonsumsi makanan manis sedikit saja sudah akan membuat kadar gula darah meningkat dengan signifikan.

Jika memang ingin mengonsumsi makanan manis atau makanan tinggi kalori, seimbangkan dengan menurunkan asupan makanan tinggi kalori lainnya. Selain itu, agar bisa merasa kenyang dalam waktu yang lama, sebaiknya mereka mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, gandum, dan kacang-kacangan, atau sumber protein baik layaknya daging ikan.

  1. Pilih camilan sehat

Jika penderita diabetes memang hobi ngemil, ada baiknya mereka memilih camilan sehat alih-alih camilan yang bisa menyebabkan kadar gula darah naik seperti biskuit, kue, es krim, martabak manis, keripik, dan lain-lain. Pilihlah camilan sehat seperti kacang-kacangan. Selain itu, mereka juga bisa mengonsumsi kedelai yang tinggi kandungan serat dan protein yang bisa membantu perut kenyang dalam waktu yang lama.

  1. Perhatikan asupan karbohidrat sehari-hari

Penderita diabetes biasanya diminta untuk menurunkan porsi asupan makanan tinggi karbohidrat seperti nasi putih, roti putih, kentang, jagung, hingga makanan dari bahan pasta dan terigu. Hal ini dilakukan demi menjaga asupan kalori agar tidak berlebihan sehingga kadar gula darah pun bisa dikendalikan dengan lebih baik.

Jika ingin kenyang meski mengonsumsi makanan berkarbohidrat dalam jumlah yang sedikit, penderita diabetes lebih disarankan untuk memperbanyak asupan serat dan protein sehat.

  1. Selalu cek label makanan kemasan

Jika kita ingin mengonsumsi makanan atau camilan tertentu, pastikan untuk mengecek label kemasannya agar bisa mengetahui seberapa banyak kalori atau gula yang terkandung di dalamnya. Cek juga kadar karbohidratnya agar bisa menjadi patokan seberapa banyak kita bisa mengonsumsinya demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...