Langsung ke konten utama

5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Otak (No. 4 Sering Dilakukan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

fungsi-otak-doktersehat

DokterSehat.Com– Otak kita bekerja dengan keras setiap hari. Bahkan, saat kita tidur, otak juga masih tetap aktif untuk memastikan berbagai sistem tetap berjalan dengan lancar. Masalahnya adalah kita terkadang melakukan berbagai aktivitas yang bisa membuat otak lebih rentan mengalami kerusakan. Apa sajakah aktivitas yang bisa memicu dampak kesehatan ini?

Kebiasaan yang bisa merusak otak

Beberapa aktivitas yang sering kita lakukan ternyata bisa mempengaruhi kondisi otak kita. Masalahnya adalah aktivitas-aktivitas ini cenderung dianggap sebagai hal yang sepele dan wajar untuk kita lakukan setiap hari.

Berikut aini beberapa aktivitas atau kebiasaan yang bisa merusak otak:

  1. Kurang tidur

Ada banyak sekali alasan yang bisa membuat seseorang kurang tidur. Sebagian orang melakukannya karena faktor pekerjaan, sebagian lain karena mengalami masalah insomnia, namun kebanyakan orang melakukannya karena ingin begadang demi nongkrong bersama dengan teman-teman, bermain game, atau sekadar menonton acara televisi yang disukai. Masalahnya adalah sudah menjadi rahasia umum jika kurang tidur bisa membahayakan kesehatan.

Jika sampai kita tidur dengan durasi kurang dari 7 atau 8 jam setiap malam, maka koneksi antar sel-sel otak akan terganggu. Bahkan, proses regenerasi sel juga akan terhambat sehingga membuat fungsi orang ini semakin menurun. Jika kita sering melakukannya, risiko untuk terkena alzheimer atau gangguan kognitif juga akan semakin meningkat.

  1. Jarang bersosialisasi

Semakin banyak orang yang memilih untuk hidup sendiri tanpa melakukan sosialisasi dengan orang lain. Hal ini bisa membuat rasa kesepian. Bahkan, menurut pakar kesehatan, jika kita termasuk jarang mengobrol dengan orang lain, maka risiko untuk mengalami penurunan fungsi otak bisa semakin meningkat.

  1. Terbiasa melakukan berbagai hal dengan multitasking

Banyak orang yang terbiasa melakukan berbagai hal di waktu yang bersamaan. Sebagai contoh, ada yang bekerja dengan memainkan ponsel. Meski terlihat sebagai hal yang wajar untuk dilakukan, kegiatan multitasking ini ternyata bisa memberikan beban yang sangat berat bagi kinerja otak.

Banyaknya informasi yang harus diolah oleh otak ternyata bisa membuat fungsinya menurun. Hal ini akan membuat kita kesulitan berkonsentrasi, berpikir, dan mengingat. Bahkan, bisa jadi kita akan lebih rentan mengalami kecelakaan.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari University of London, Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa sering melakukan aktivitas secara multitasking bisa menurunkan IQ hingga 15 persen di kemudian hari. Bahkan, bagian cingulate cortex di dalam otak, bagian yang mengendalikan empati, fungsi kognitif, dan empati bisa semakin menurun.

  1. Jarang sarapan

Sarapan adalah salah satu waktu makan yang paling penting bagi tubuh. Jika kita jarang melakukannya karena faktor kesibukan, maka risiko untuk mengalami penurunan fungsi otak bisa semakin menurun.

Hal ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang. Dalam penelitian yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari 80 ribu orang dalam kurun waktu 15 tahun ini, disebutkan bahwa jarang sarapan akan membuat risiko terkena hipertensi dan stroke semakin meningkat. Masalahnya adalah kedua masalah ini bisa menyebabkan kerusakan pada otak.

  1. Hobi mengonsumsi alkohol

Masih banyak orang yang hobi mengonsumsi alkohol demi pergaulan. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika minuman ini sangat buruk bagi kesehatan. Bahkan, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University College London, dihasilkan fakta bahwa mengonsumsi alkohol bisa memicu atrofi hippocampal, kerusakan pada salah satu bagian otak yang mengendalikan memori.

Pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk mulai membatasi asupan makanan tinggi gula dan tidak memaksakan diri bekerja saat sakit demi menjaga kesehatan otak.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...