Langsung ke konten utama

7 Penyebab Mata Merah Saat Memakai Lensa Kontak

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

lensa-kontak-dan-mata-merah-doktersehat

DokterSehat.Com – Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh seseorang kalau mereka mengalami gangguan penglihatan. Cara pertama yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan kacamata. Selanjutnya seseorang juga kerap menggunakan lensa kontak atau softlens meski memiliki beberapa risiko yang berbahaya.

Risiko menggunakan lensa kontak

Ada beberapa alasan mengapa seseorang memutuskan untuk menggunakan lensa kontak. Ada yang menggunakan lensa kontak karena merasa nyaman dan tidak perlu menggunakan kacamata yang berat. Selain itu, ada juga yang memakai lensa kontak untuk tujuan estetika saja. Pasalnya ada banyak jenis lensa kontak yang warna dan motifnya menarik.

Apa pun alasan seseorang menggunakan lensa kontak, risiko menggunakan alat bantu penglihatan ini tetap saja. Seseorang bisa mengalami gangguan pada mata seperti merah dan sangat gatal kalau memakai lensa kontak yang salah atau tidak aman.

Sebelum menggunakan lensa kontak untuk keperluan apa pun, ada baiknya untuk membelinya di tempat yang benar dan asli. Jangan asal beli asal murah dan kelihatan indah. Karena bahan dari lensa kontak bisa saja berbahaya untuk mata yang sangat sensitif.

Penyebab mata merah saat memakai lensa kontak

Kesalahan memakai lensa kontak atau kondisi medis tertentu akan membuat mata jadi mudah merah. Kalau Anda sering mengalami mata merah saat menggunakan lensa kontak.

  1. Tidur dengan lensa kontak

Penyebab utama dari mata yang merah saat menggunakan lensa kontak adalah lupa melepasnya. Beberapa orang memiliki kebiasaan melepas lensa kontak setelah kerja. Namun, ada juga yang melepasnya saat akan tidur. Akhirnya mata mengalami gangguan dan akhirnya memerah.

Saat lensa kontak tidak dilepas, area mata akan menjadi lebih kotor. Selain itu gesekan saat tidur juga tidak bisa dihindari. Akibatnya saat bangun tidur mata akan menjadi sangat merah dan terlihat tidak sehat. Kondisi ini biasanya bertahan selama sehari dan esok hari akan kembali seperti semula.

  1. Mata terlalu kering

Mata yang terlalu kering akan membuat permukaan jadi mudah memerah. Itulah kenapa saat menggunakan lensa kontak seseorang disarankan untuk sering menggunakan obat tetes mata atau cairan untuk melembabkan permukaan mata

Mata yang kering memang cenderung mudah mengalami gatal dan merah. Kondisi ini akan lebih parah kalau memakai lensa kontak. Sebisa mungkin untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak mengalami mata kering. Minum 6-8 gelas air putih setiap hari.

  1. Menggunakan lensa yang cacat

Sebelum menggunakan lensa kontak ada baiknya untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu. Pengecekan ini dilakukan untuk menghindarinya terjadinya masalah pada lensa seperti cacat dan permukaannya jadi tidak mulus. Beberapa lensa yang mengalami cacat memiliki permukaan yang sangat kasar.

Kalau Anda menggunakan lensa dengan permukaan kasar, kemungkinan besar akan mengganggu menggesek permukaan dari mata. Kalau setiap berkedip gesekan terjadi, permukaan mata bisa mengalami kerusakan. Kondisi ini akan memicu mata menjadi merah dan terasa seperti ada yang mengganjal.

  1. Lensa mata terlalu kecil

Lensa yang terlalu kecil dan sangat ketat sangat rawan mengalami kerusakan atau cacat. Selain itu oksigen yang sangat dibutuhkan oleh mata juga tidak bisa disuplai ke kornea. Dampaknya mata akan sering mengalami gangguan seperti terus memerah.

Ketahui ukuran lensa kontak yang tepat dipakai untuk mata. Kalau Anda menggunakan lensa yang terlalu kecil, segera lepas. Beli lagi lensa yang baru dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya.

  1. Lensa mata terlalu besar

Kalau Anda menggunakan lensa yang terlalu besar, kemungkinan lensa bergerak saat berkedip akan besar. Pergerakan yang terus-menerus ini menyebabkan mata terus bergesekan dengan lensa kontak. Akhirnya mata jadi memerah, gatal, dan perih.

Sebelum membeli lensa kontak, pastikan memiliki ukuran yang tepat. Kalau ukurannya tepat, lensa tidak akan mudah bergeser dan selalu berada di bagian tengah mata

  1. Memiliki alergi

Beberapa orang memiliki alergi yang cukup parah dengan benda-benda tertentu. Alergi bisa terjadi di seluruh termasuk di mata. Kalau mata menggunakan lensa mata, tubuh akan menganggapnya sebagai radikal bebas atau alergen. Akhirnya mata mudah sekali memerah dan membuat Anda tidak nyaman.

  1. Memiliki kondisi mata tertentu

Mata memiliki kondisi tertentu seperti kelopak bawah yang turun dan mengekspos mata terlalu sering. Selanjutnya ada kondisi GPC yang membuat kelopak dipenuhi benjolan dan memproduksi banyak sekali lendir dan membuat lensa kontak mudah kotor.

Cara memakai lensa kontak dengan benar

Kalau Anda berniat menggunakan lensa kontak, ada beberapa aturan dasar yang harus dipatuhi agar mata tetap sehat dan tidak mengalami banyak gangguan.

  • Pastikan tangan yang digunakan untuk meletakkan lensa kontak di depan pupil steril. Cuci tangan hingga bersih atau gunakan cairan yang biasanya diberikan saat beli lensa.
  • Jangan memasang secara terbalik misal lensa untuk kiri ditaruh di sebelah kanan atau sebaliknya.
  • Jangan memasang bagian depan di belakang atau sebaliknya.
  • Saat akan melepas, basahi jari tangan dengan air agar lensa mudah menempel.
  • Benarkan letak lensa kalau saat digunakan untuk berkedip terasa tidak nyaman.
  • Gunakan di ruangan yang tidak terlalu panas atau berangin karena bisa membuat mata cepat kering.
  • Gunakan lensa kontak yang ukurannya tepat, tidak terlalu kecil atau besar.
  • Selalu cek lensa kontak yang Anda gunakan. Kalau ada kerusakan, jangan digunakan lagi.

Inilah beberapa ulasan tentang penyebab mata merah yang berhubungan dengan penggunaan lensa kontak. Nah, dari beberapa hal di atas, adalah yang sering Anda alami? Semoga setelah ini Anda bisa menggunakan lensa kontak dengan benar dan tidak membuat mata mengalami iritasi.

 



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita. Fakta masturbasi sebelum seks Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian? Membantu disfungsi seksual Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa d...

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage , infant massage , dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan? Manfaat Pijat Bayi Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan. Pada saat melakukan pijat , stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya. Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan per...

11 Manfaat Buah Bacang, si ‘Saudara’ Mangga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Jika selama ini Anda mengenal bacang, atau lebih tepatnya bakcang , sebagai penganan khas masyarakat Tionghoa yang secara bentuk mirip-mirip lontong, maka Anda juga harus tahu bahwa nama bacang juga merujuk pada sejenis buah-buahan yang masih berkerabat dengan buah mangga. Nah, dilihat dari manfaatnya, buah bacang ini tak kalah dengan ‘saudaranya’ tersebut, lho. Apa saja manfaat buah bacang? Buah Bacang dan Kandungannya Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah bacang adalah buah yang masih berkerabat dengan buah mangga. Hal ini dapat dilihat dari bentuk, warna kulit dan daging buah, hingga tekstur buah bacang yang sekilas memang terlihat sama dengan mangga. Perbedaan keduanya mungkin dapat diketahui dari rasanya. Selain itu, buah bacang cenderung berwarna kuning pucat saat masak, sedangkan mangga cenderung oranye. Buah bacang ( Mangifera foetida lour ) dipercaya memiliki sejumlah ma...